Tampilkan postingan dengan label Herba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Herba. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Februari 2015

Jamu, Herbal,dan Fito Farmaka

Berdasarkan cara pembuatan serta jenis klaim penggunaan dan tingkat pembuktian khasiat, obat bahan alam Indonesia dikelompokkan menjadi 3 (tiga) kategori, yaitu:
1. Jamu
2. Obat Herbal Terstandar
3. Fitofarmaka

1.Jamu (Empirical based herbal medicine)

Jamu adalah obat tradisional yang disediakan secara tradisional, misalnya dalam bentuk serbuk seduhan, pil, dan cairan yang berisi seluruh bahan tanaman yang menjadi penyusun jamu tersebut serta digunakan secara tradisional.

Jamu harus memenuhi kriteria:
- Aman sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan
- Klaim khasiat dibuktikan berdasarkan data empiris
- Memenuhi persyaratan mutu yang berlaku

Jenis klaim penggunaan:
- Harus sesuai dengan jenis pembuktian tradisional dan tingkat pembuktiannya yaitu tingkat umum dan medium
- Harus diawali dengan kata-kata: “Secara tradisional digunakan untuk…” atau sesaui dengan yang disetujui pada pendaftaran

2. Obat Herbal Terstandar (Scientific based herbal medicine)

Adalah obat tradisional yang disajikan dari ekstrak atau penyarian bahan alam yang dapat berupa tanaman obat, binatang, maupun mineral.

Obat Herbal Terstandar harus memenuhi kriteria:
- Aman sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan
- Klaim khasiat dibuktikan secara ilmiah/praklinik
- Telah dilakukan standardisasi terhadap bahan baku yang digunakan dalam produk jadi
- Memenuhi persyaratan mutu yang berlaku

Jenis klaim penggunaan:
Harus sesuai dengan tingkat pembuktian yaitu tingkat pembuktian umum dan medium

3.Fitofarmaka (Clinical based herbal medicine)

Merupakan bentuk obat tradisional dari bahan alam yang dapat disejajarkan dengan obat modern karena proses pembuatannya yang telah terstandar, ditunjang dengan bukti ilmiah sampai dengan uji klinik pada manusia

Fitofarmaka harus memenuhi kriteria:
-Aman sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan
-Klaim khasiat harus dibuktikan berdasarkan uji klinik
-Telah dilakukan standardisasi terhadap bahan baku yang digunakan dalam produk jadi
-Memenuhi persyaratan mutu yang berlaku

Jenis klaim penggunaan:
Harus sesuai dengan tingkat pembuktian yaitu tingkat pembuktian umum dan medium

Sumber :
BPOM RI

Untuk informasi hubungi :

Rumah Sehat Thera Afiat
Jl. Kelapa Sawit Blok D/D No. 15
Samping Pusat Kajian Al Quran dan Informasi Islam
Kelapagading
Jakarta Utara

Telp./WA  08111494599
08788 3171247
Pin 28303BAC

Source:
http://theraafiat.blogspot.com
http://senimistik.blogspot.com
http://therainstitute.blogspot.com
http://hypnoramping.blogspot.com
http://gurahcor.blogspot.com
http://pemijit.blogspot.com
http://bekammedik.blogspot.com
http://hypnowriting.blogspot.com
http://obatjamu.blogspot.com
http://therainstitute.com

Senin, 02 Februari 2015

Proses Kerja Herbal

PROSES KERJA HERBAL
Seri 7/7

Herba merupakan zat yang mengandung bahan nutrisi yang seimbang yang tersedia secara alamiah. Herba bersifat mengandung bahan antidot (anti racun) bagi tubuh. Herba kaya akan mineral terutama mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Herba bertindak sebagai katalis (yang mempercepat-kan reaksi) dalam kebanyakan kasus penyembuhan. Herba menyediakan satu medium membantu membina (generate) vitamin dan mineral yang diperlukan oleh tubuh.

Bagaimana Proses Kerja Herba
·         Herba - membantu mengaktifkan proses asimilasi dan metabolisma di dalam tubuh
·         Seterusnya tubuh berupaya menggunakan vitamin yang hadir di dalam makanan
·         Pengambilan herba akan menghasilkan dampak yang optimal sekiranya diambil bersama diet makanan alamiah yang sehat.

SINERGI HERBAL
Sinergi herba merupakan upaya menggabungkan dua atau lebih klasifikasi herba menjadi satu racikan herba. Tujuan sinergi herbal antara lain :
1.      Melipat gandakan kerja herba dalam tubuh; herba dapat bertindak sampai 10 kali lebih baik apabila digunakan dalam kombinasi yang sesuai (sinergi). Bahkan herba darat (tumbuhan) dengan disinergikan dengan herbal laut akan memiliki kekuatan hingga 13 kali lipat.
2.      Mempercepat penyembuhan.
3.      Mengurangi kekerasan obat.
4.      Menghilangkan efek samping.

Rumah Sehat Thera Afiat
Jl. Kelapa Sawit Raya Blok D/D No.15
Kelapa Gading, Jakarta Utara
Jakarta Utara
Telp. 08111494599

Source:

Hukum Pengobatan

HUKUM PENGOBATAN

Seri 4/7

1.      Kaedah Pengimbangan, Misalnya : Panas / Kering diberi herba Sejuk / Basah.
2.      Kaedah Persamaan. (tambahan herba diuretik) Contoh panas diberikan herba panas dan disinergi dengan herba diuretik seperti Pegagan-Kumis Kucing/Alang-alang.
 Klasifikasi Herba Berdasarkan Teori Ibnu Sina
·         Panas / Lembab (Pahit)
·         Panas / Kering (Aromatik)
·         Sejuk / Lembab (Manis)
·         Sejuk / Kering (Kelat)
Dari keempat klasifikasi diatas, Ibnu Sina membagi sifat asal penyakit dan sifat asal herbal menjadi 4 bagian :
1.      Panas - Kering : untuk penyakit-penyakit yang berhubungan dengan jantung dan paru-paru. Herba yang berada pada zona ini adalah herba-herba yang bersifat aromatik.
2.      Dingin - Kering : untuk penyakit-penyakit yang bersumber dari darah. Herba-herba yang berada pada zona ini adalah herba-herba yang bersifat kelat.
3.      Dingin - Basah : untuk penyakit-penyakit yang bersifat radang dan ginjal. Herba-herba yang berada pada zona ini adalah herba yang bersifat dingin.
4.      Panas - Basah : untuk penyakit-penyakit yang berhubungan dengan unsur angin seperti usus, hati, limpa dan lain-lain. Herba-herba yang berada pada zona ini adalah herba-herba yang bersifat pahit.

Proses penentuan sifat asal penyakit dan sifat asal herbal berdasarkan pada diagnosa pada pasien. Diagnosa yang dilakukan dengan mendengar denyut nadi dan melihat lidah pasien. Ada berbagai macam cara mendengar denyut nadi pasien, namun cara yang paling sederhana adalah dengan mendengar cepat atau lambatnya denyut nadi pasien.

Teknik Melakukan Diagnosa Pasien
·         Duduk dengan tenang di hadapan pesakit
·         Berhadapan
·         Tangan kanan memegang tangan kanan (perabaan Nadi)
·         Tentukan Nadi - Kuat / Lemah (Panas/Dingin)
·         Analisis Lidah = Kering / Lembab
·         Terapi Herba Guna Hukum Pengobatan.

Penggunaan herba hendaknya dikonsumsi secara berlawanan secara diagonal dari sifat asal penyakit. Misalnya sifat panas-kering berlawanan dengan sifat basah-dingin, maka herbal yang digunakan untuk penyakit-penyakit yang berasal dari sifat panas-kering seharusnya berasal dari unsur basah-dingin. Kalaupun tidak ada maka kita bisa menggunakan kombinasi obat-obatan yang berasal dari unsur panas-basah dan kering dingin.

Namun apabila didapati pasien mengalami pembusukan dengan ciri ada timbul bau dan  lendir yang keluar atau terjadi pula pembengkakan dari diagnosa awal maka penggunaan herba hendaknya dikonsumsi secara berlawanan secara menyampng dari sifat asal penyakit.

Rumah Sehat Thera Afiat
Jl. Kelapa Sawit Raya Blok D/D No.15
Kelapa Gading, Jakarta Utara
Jakarta Utara
Telp. 08111494599

Source:

Definisi Herba


Seri 3/7
Herba adalah segala bahan (tumbuh-tumbuhan, hewan, ikan, garam/batu-batuan) yang mengandung satu atau beberapa bahan aktif yang dapat digunakan untuk tujuan pengobatan.

Definisi Herbalis
Herbalis adalah orang yang memiliki kepakaran (arif) dan kecakapan (skill) dalam bidang pengobatan (terapi) dengan menggunakan herba-herba alami.

Tujuan penggunaan herba adalah untuk mengembalikan keseimbangan tubuh dan bukan sekedar untuk menyembuhkan penyakit (Release, Relax, Regeneration dan Refunction) Dan sebaiknya penggunaan herba dilakukan secara sinergi (tidak berdiri sendiri, namun diikuti dengan mengkonsumsi herba lain yang memiliki sifat berbeda dari herba yang kita konsumsi tujuannya: Mempercepat penyembuhan, Menambah khasiat obat, mengurangi sifat kerasnya obat dan menghilangkan efek samping.

Tahapan kerja herba, yaitu sebagai berikut :
1.      Release (mengeluarkan):dalam proses ini segala racun/toksid dalam tubuh di keluarkan (detoksifikasi).
2.      Relax (mengistirahatkan):peringkat ini tubuh diletakan dalam keadaan yang stabil dimana keadaan suhu, alkali (basa), dan acid (asam) berada dalam tahap yang paling baik,agar dapat membantu berfungsinya sistem imunitas.
3.      Regeneration (menggantikan dengan yang baru): sel-sel yang mati/rusak di ganti dengan yang baru, dimana herba dengan antioksidannya dapat bertindak sebagai antiaging dalam pencegahan penyakit-penyakit degeneratif.
4.      Refunction (mengembalaikan fungsi): setelah proses di atas berjalan sempurna, maka organ – organ akan berfungsi normal kembali, sebagaimana Allah ciptakan.

Sifat Penggunaan Herba :
1.      Harus yakin terhadap kekuasaan ALLAH karena ALLAH yang menciptakan penyakit, Dia pula yang akan menciptakan obatnya. Sesungguhnya sifat tawakal akan membawa diri kita menjadi lebih tenang dan secara otomatis sangat berpengaruh terhadap kodisi organ dalam tubuh kita. Menurut hasil penelitian, 50% kesembuhan suatu penyakit disebabkan oleh kekuatan spiritual seseorang, selebihnya berupa emosi berperan sebesar 20%, mental berperan sebesar 20% dan fisik hanya sebesar 10% saja.
2.      Harus dikonsumsi secara rutin. Karena obat-obatan herbal berbeda dengan obat-obatan kimia. Proses penyembuhannya lama tetapi pasti. Berbeda dengan obat-obatan kimia, obat-obatan herbal bersifat memperbaiki organ yang rusak.
3.      Dosis yang cukup. Dalam hal penentuan dosis bagi obatan-obatan herbal tidak bisa dilakukan sebagaimana layaknya obatan-obatan kimia karena obat-obatan herbal tidak memiliki aksi spesifik seperti obat-obatan kimia. untuk penentuan dosis dilakukan secara sederhana (trial and error) yaitu dengan memperhatikan tanda-tanda yang muncul dari setiap pasien. Pemberian dimulai dari dosis yang rendah kemudian sedikit demi sedikit dinaikkan sampai ketika pasien mulai memiliki gejala mual-mual maka dosis dikurangi sedikit. Atau dengan menggunakan aturan umum dimana 1 g herbal mewakili 10 kg berat badan atau < 40 Kg : 1 - 2 kapsul/hari, > 40 Kg : 2 - 4 kapsul/hari
4.      Berlaku hukum DOC (Direct of Cure). Dalam hal ini seorang pasien yang mengkonsumsi herbal pada pertama kalinya, terkadang akan merasa sakit yang sangat seperti saat tersakit yang pernah dia rasakan. Kalau terjadi demikian, pengobatan jangan dihentikan tetapi perhatikan hal-hal berikut : Asupan air yang cukup (2,5 liter perhari), konsumsi herbal setelah makan, kurangi dosisnya). Atau terkadang saat terjadi DOC akan timbul beberapa gejala penyakit lain seperti jerawat dll.

Hal-hal yang membuat herbal menjadi tidak berfaedah:
·         Mind set kita terhadap herbal
·         Stress
·         Sebelit / susah Buang Air Besar (BAB)
·         Asupan air yang kurang
·         Terlalu banyak ledir (mucusa)
·         Keadaan tubuh terlalu asam/acid
·         Tidak rutin mengkonsumsinya
·         Dosis yang tidak mencukupi

Rumah Sehat Thera Afiat
Jl. Kelapa Sawit Raya Blok D/D No.15
Kelapa Gading, Jakarta Utara
Jakarta Utara
Telp. 08111494599

Source: