Tampilkan postingan dengan label paru2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label paru2. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Maret 2015

Jam Kerja Biologis


" JAM KERJA BIOLOGIS ORGAN TUBUH MANUSIA "
oleh: Prof. dr. Soeharsoyo SpAk

LAMBUNG,
Jam 07:00 - 09:00.
Daya kerja lambung sedang kuat2nya.
Dianjurkan utk sarapan yg bergizi tinggi pada jam ini.

JANTUNG,
Jam 11:00 - 13:00,
*Hindari panas berlebih dan olah fisik*,
terutama bagian yg ada keluhan di pembuluh darah.

HATI / LIVER,
Jam 13:00 - 15:00,
Kondisi liver sedang lemah,
dgn istirahat sejenak akan terjadi proses regenerasi sel2 hati.

PARU-PARU,
Jam 15:00 - 17:00,
Paru paru sedang lemah,
istirahat dan nafas dgn teratur utk mengembalikan energi paru paru.

GINJAL,
Jam 17:00 -19:00,
Ginjal dalam kondisi kuat,
terjadi proses pembentukan sumsum tulang dan sel otak.
Ini jam terbaik utk belajar.

LAMBUNG,
Jam 19:00 - 21:00,
Lambung sedang lemah.
Diusahakan jangan mengkonsumsi makanan padat yg sulit dicerna,
atau lebih baik berhenti makan.

LIMPA,
Jam 21:00 23:00,
Limpa dalam kondisi lemah,
terjadi proses pembuangan racun tubuh dan regenerasi sel limpa.
Jika wajah menjadi agak pucat dijam ini, artinya limpa ada gangguan.

JANTUNG,
Jam 23:00 - 01:00,
Jantung sedang dalam kondisi lemah.
Waktunya istirahat utk pemulihan energi tubuh.

HATI / LIVER,
Jam 01:00 - 03:00,
Liver dalam kondisi kuat,
terjadi proses pembuangan racun hasil metabolisme tubuh.
Ini saatnya terjadi regenerasi sel.

PARU-PARU,
Jam 02.30 - 04:30,
Kondisi paru paru sedang kuat,
terjadi pembersihan dan pembuangan racun atw kotoran diparu paru.
Akan terjadi batuk, bersin dan berkeringat bila paru2 kotor.
Ini jam terbaik utk "Qiyamul lail".
Saat sujud pd waktu inilah..mengalirnya darah yg kaya akan oksigen ke otak tertentu.. yg tdk bs di alirkan Darah pd saat sujud diwaktu siang..

USUS BESAR,
Jam 05:00 - 07:00,
Usus besar dalam kondisi kuat,
biasakan B.A.B di jam ini
agar kotoran, racun dan sisa sistem pencernaan dapat dikeluarkan semua.

Untuk info Herbal hubungi :

Rumah Sehat Thera Afiat
Jl. Kelapa Sawit Blok D/D No. 15
Samping Pusat Kajian Al Quran dan Informasi Islam
Kelapagading
Jakarta Utara

Telp./WA  08111494599
08788 3171247
Pin 28303BAC

Source:
http://theraafiat.blogspot.com
http://senimistik.blogspot.com
http://therainstitute.blogspot.com
http://hypnoramping.blogspot.com
http://gurahcor.blogspot.com
http://pemijit.blogspot.com
http://bekammedik.blogspot.com
http://hypnowriting.blogspot.com
http://obatjamu.blogspot.com
http://therainstitute.com
http://rukyahsyariyyah.blogspot.com

Senin, 02 Februari 2015

Herba Panas dan Herba Pahit

HERBA PANAS (AROMATIK) => UNSUR API
Seri 5/7

Herba Aromatik/Panas (unsur api): Berhubungan dengan masalah angin, bahan penenang dan pemberi tenaga. Herba aromatik memiliki ciri memiliki minyak atsiri dan wangi-wangian yang khas. Organ yang berpengaruh : Jantung & Paru-paru. Untuk proses diagnosa awal organ ini , lihat hidung.

Contoh herba aromatik:
•    Kembang Lawang / Teja Lawang (ileum verum)
•    Lada Hitam (Piperis nigri Fructus)
•    Lada putih (Piperis albae Fructus)
•    Kayu Manis (Cinnamomum burmani (nees) Bl.)
•    Kayu Putih (Meialeuca leucadendra L.)
•    dll

HERBA PAHIT => UNSUR ANGIN
Hati merupakan organ yg pahit-alkali maka  darah dan lymph yang melalui hati menjadi alkali. Hati berfungsi mencuci dan menjadikan darah sedikit beralkali. Ia bertindak dgn menghilangkan asid dan toksik larut lemak di dalam darah. Ia bertindak menjadikan toksin tersebut lebih larut air seterusnya dapat dikeluarkan melalui urin. Hati menetralkan racun dengan menjadikannya beralkali dan memusnahkannya melalui hempedu. Hempedu bertindak sebagai pengemulsi (bahan berminyak ditukarkan kepada bahan larut air). Darah di dalam tubuh yang sehat mempunyai pH 7.34. Seseorang yang sakit mempunyai darah yang agak berasid (asidosis). Darah yang berasid dapat merusakkan organ.

Herba pahit adalah herba yang melakukan
·         Proses detoksifikasi (pembuangan racun) pada hati
·         Digunakan untuk mencuci dan menguatkan hati, melindungi hati dari bahan kimia toksik, mengeluarkan toksik yg sedia ada di dalam sel hati
·         Antibakteria, antivirus dan antifungi
·         Organ yang berpengaruh : Usus Besar, Hati, Limpa.
·         Untuk proses diagnosa awal organ ini , lihat Mulut (hilang selera makan).
Contoh-contoh herba pahit ialah
·         Pegagan (centella asiatica)
·         Mambu
·         Halban (vitex pubescen)
·         Patawali / Brotowali (Tinospora crispa (L.))
·         Petai
·         Jengkol
·         Tongkat Ali (eurycima longifolia)
·         dll

Rumah Sehat Thera Afiat
Jl. Kelapa Sawit Raya Blok D/D No.15
Kelapa Gading, Jakarta Utara
Jakarta Utara
Telp. 08111494599

Source:


Hukum Pengobatan

HUKUM PENGOBATAN

Seri 4/7

1.      Kaedah Pengimbangan, Misalnya : Panas / Kering diberi herba Sejuk / Basah.
2.      Kaedah Persamaan. (tambahan herba diuretik) Contoh panas diberikan herba panas dan disinergi dengan herba diuretik seperti Pegagan-Kumis Kucing/Alang-alang.
 Klasifikasi Herba Berdasarkan Teori Ibnu Sina
·         Panas / Lembab (Pahit)
·         Panas / Kering (Aromatik)
·         Sejuk / Lembab (Manis)
·         Sejuk / Kering (Kelat)
Dari keempat klasifikasi diatas, Ibnu Sina membagi sifat asal penyakit dan sifat asal herbal menjadi 4 bagian :
1.      Panas - Kering : untuk penyakit-penyakit yang berhubungan dengan jantung dan paru-paru. Herba yang berada pada zona ini adalah herba-herba yang bersifat aromatik.
2.      Dingin - Kering : untuk penyakit-penyakit yang bersumber dari darah. Herba-herba yang berada pada zona ini adalah herba-herba yang bersifat kelat.
3.      Dingin - Basah : untuk penyakit-penyakit yang bersifat radang dan ginjal. Herba-herba yang berada pada zona ini adalah herba yang bersifat dingin.
4.      Panas - Basah : untuk penyakit-penyakit yang berhubungan dengan unsur angin seperti usus, hati, limpa dan lain-lain. Herba-herba yang berada pada zona ini adalah herba-herba yang bersifat pahit.

Proses penentuan sifat asal penyakit dan sifat asal herbal berdasarkan pada diagnosa pada pasien. Diagnosa yang dilakukan dengan mendengar denyut nadi dan melihat lidah pasien. Ada berbagai macam cara mendengar denyut nadi pasien, namun cara yang paling sederhana adalah dengan mendengar cepat atau lambatnya denyut nadi pasien.

Teknik Melakukan Diagnosa Pasien
·         Duduk dengan tenang di hadapan pesakit
·         Berhadapan
·         Tangan kanan memegang tangan kanan (perabaan Nadi)
·         Tentukan Nadi - Kuat / Lemah (Panas/Dingin)
·         Analisis Lidah = Kering / Lembab
·         Terapi Herba Guna Hukum Pengobatan.

Penggunaan herba hendaknya dikonsumsi secara berlawanan secara diagonal dari sifat asal penyakit. Misalnya sifat panas-kering berlawanan dengan sifat basah-dingin, maka herbal yang digunakan untuk penyakit-penyakit yang berasal dari sifat panas-kering seharusnya berasal dari unsur basah-dingin. Kalaupun tidak ada maka kita bisa menggunakan kombinasi obat-obatan yang berasal dari unsur panas-basah dan kering dingin.

Namun apabila didapati pasien mengalami pembusukan dengan ciri ada timbul bau dan  lendir yang keluar atau terjadi pula pembengkakan dari diagnosa awal maka penggunaan herba hendaknya dikonsumsi secara berlawanan secara menyampng dari sifat asal penyakit.

Rumah Sehat Thera Afiat
Jl. Kelapa Sawit Raya Blok D/D No.15
Kelapa Gading, Jakarta Utara
Jakarta Utara
Telp. 08111494599

Source: