REMPAH YANG RAMAH,
(Selalu bangga menjadi orang Indonesia)
Prapti Utami, dr
Mendengar atau membaca kata rempah serasa masuk dalam kehidupan sejarah NUSANTARA. Mengapa penjajah sampai ke Indonesia? Karena tumbuhan beraroma dan memiliki rasa yang kuat ini, digunakan dalam jumlah kecil pelezat makanan, menjadi pengawet atau penyedap rasa banyak tumbuh di nusantara. Portugis dan Belanda jatuh cinta kepada Indonesia karena keberadaan rempah rempah yang melimpah di negri kita.
Mereka tinggal dan mengeksplorasi kekayaan ibu pertiwi, mereka sangat mengerti dan memahami bahwa rempah rempah ini sangat memiliki arti utk kelangsungan kehidupan manusia. Bagaimana dengan kita, yang mendapat anugerah hidup di bumi pertiwi ini? Globalisasi telah menghiasi negri tercinta, dimengerti bahwa teknologi telah merangkul semua sisi tanpa disadari. Cepat saji menjadi teknik favorit di seluruh restorasi, dan rempah tetap punya nyali untuk diuji.
Dapur seharusnya menjadi tempat favorit keluarga, disana adalah awal kesehatan seluruh penduduk rumah, dan menjadi tempat yang menentukan arah seluruh sel tubuh mau ke mana.
Ketika demam datang, tubuh memberi sinyal ada tidak keseimbangan, kita memiliki smart body, yang selalu memberi kabar ada yang tidak beres dalam metabolism tubuh. Tidak memerlukan antibiotik, peningkatan daya tahan tubuh dapat menyelesaikannya. Ambil 3 jari kunyit, haluskan seduh dengan 200 cc air panas, tutup gelas, minum 1 jam sebelum makan. Lakukan hal ini sehari 3 sampai dengan 4 kali. Demam berlanjut pikirkan untuk tetap ke dokter atau ke RS, mungkin saatnya antibiotik harus masuk tubuh atas indikasi.
Nyeri lambung atau maag adalah penyakit rakyat yang disebabkan oleh kebiasaan yang tidak beres dan dilakukan bertahun-tahun tanpa sadar. Makan telat, salah makan, makan tidak proporsional, gemar makan satu jenis makanan, sekali lagi tubuh member sinyal adanya ketidakberesan tubuh, sayangnya rasa perih sering sekali diabaikan. Ambil ¼ temulawak segar, 3 jari kunir putih, tumbuh halus, seduh dengan 200 cc air mendidih, tutup gelas, tunggu sampai dingin, minum sehari 3 kali dengan dosis yang sama, 1 jam sebelum makan.
Http://obatjamu.blogspot.com
Http://theraafiat.blogspot.com
Kesehatan merupakan harta yang paling berharga dalam hidup. untuk itu apabila kita sakit cara yang lebih aman dan murah yaitu dengan kembali ke alam dengan meramu tanaman obat di sekitar kita. Untuk berkonsultasi bisa menghubungi kami di Jakarta : Jl. Kelapa Sawit Blok DD No. 15, Kelapa Gading. HP. 08111 494599, Di Tangsel :jl. Kalasan Blok B15/1, Sarua Permai, Pamulang, Hp/wa 08111494599. HP 087883171247 STPT No: 001/ 2.60.0/ 31.72. 06.001/ -1.779.3/2015.
Tampilkan postingan dengan label demam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label demam. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 28 Mei 2016
Sabtu, 18 April 2015
Manfaat Selasih
Manfaat Selasih
Nafsu makan, Jantung, Demam, Infeksi
Untuk
info Herbal hubungi :
Rumah
Sehat Thera Afiat
Jl.
Kelapa Sawit Blok D/D No. 15
Samping
Pusat Kajian Al Quran dan Informasi Islam
Kelapagading
Telp./WA 08111494599
08788
3171247
Pin
28303BAC
Source:
Label:
demam,
Infeksi,
jantung,
Nafsu makan
Daun Wungu
Manfaat Daun Wungu :
Wasir, Demam, Sembelit, Bisul
Untuk
info Herbal hubungi :
Rumah
Sehat Thera Afiat
Jl.
Kelapa Sawit Blok D/D No. 15
Samping
Pusat Kajian Al Quran dan Informasi Islam
Kelapagading
Telp./WA 08111494599
08788
3171247
Pin
28303BAC
Source:
Selasa, 07 April 2015
Sirih China
Sirih China
(Malay: Pokok Ketumpang Air)
Pasti anda tahu dan sering terlihat pokok ini selalu tumbuh
di sekitar rumah anda dan anda akan selalu mencabutnya dan membuangnya untuk
membersihkan kawasan rumah.
Tetapi tahukah anda pokok ini sebenarnya amat berkhasiat
tinggi dalam perubatan. Pokok ini di kenali sebagai banyak nama seperti sireh
laut, sireh cina, sireh pasir, sireh air, sireh bunian dan ketumpang.
Pokok ini sebenarnya ada dijual di kedai sinsei cina tetapi
dalam bentuk yang telah dikeringkan dan dijual RM10 untuk 100gram.
Disini kami akan kongsikan khasiat lainnya.
Merawat Gout (Asam urat)
Penawar sakit sendi dan perut
Jus perahannya mampu mengelakkan jangkitan pada mata
Mengubati dan meredakan cirit-birit
Meredakan batuk
Meredakan Demam (Ramas Dengan Sedikit air dan sapukan
dikepala)
Merawat Buasir
Melegakan selsema
Merawat jangkitan pada pundi kencing
Merawat Kayap
Alternatif kepada ubatan darah tinggi
Merawat kencing manis
Ternyata memang pokok yang selama ini kita anggap tiada guna
rupanya mempunyai khasiat yang tinggi dalam perubatan. (Source:BernamaRadio)
Untuk
Informasi Herbal hubungi :
Rumah
Sehat Thera Afiat
Jl.
Kelapa Sawit Blok D/D No. 15
Samping
Pusat Kajian Al Quran dan Informasi Islam
Kelapagading
Telp./WA 08111494599
08788
3171247
Pin
28303BAC
Source:
Rabu, 11 Maret 2015
Tanaman Tanduk Rusa
KLASIFIKASI
Tanaman Tanduk Rusa disebut Platycerium coronarium, di Indonesia
Local dikenal dengan Daun Tanduk Rusa, Simbar Agung ( Indonesia) ; Simbar Menjangan ( Jawa, Bali) , Paku Uncal ( Sunda) Kidang Kidangan
~ Klasifikasi
Kingdom: Plantae ( Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta ( Tumbuhan berpembuluh)
Divisi: Pteridophyta ( paku-pakuan)
Kelas: Pteridopsida
Sub Kelas: Polypoditae
Ordo: Polypodiales
Famili: Polypodiaceae
Genus: Platycerium
Spesies: Platycerium coronarium ( Koenig) Desv.
~ Tumbuhan tanduk rusa termasuk jenis paku-pakuan. Banyak ditemukan dan dipelihara sebagai tanaman hias karena juntaian daunnya yang indah.
~ Tanduk rusa adalah jenis tanaman epifit, tanaman yang menempel pada benda atau pohon lain tanpa merugikan tumbuhan yang menjadi inangnya. ~ Tanduk rusa menyukai tempat yang Rindang tidak langsung memperoleh sinar matahari.
~ Hingga kini, tanduk rusa diketahui dapat megobati demam, radang rahim, haid tidak teratur, bisulan sampai abses. Hal ini disebabkan karena tanduk rusa mengandung elemen antiinflamasi.
* KOMPOSISI Komposisi :
~ Kandungan Kimia yang terdapat pada Tanduk rusa ( PALTYCERIUM CORONARIUM) belum diperoleh hasil penelitian yang jelas.
* * KHASIAT TRADISIONAL=
* Penyakit Yang Dapat Diobati :
~ Demam, Radang rahim luar, Haid tidak teratur, Bisul, Abses;
1.) Demam
~ Bahan= 1 lembar daun tanduk rusa dan sedikit garam.
~ Cara Membuat= daun tanduk rusa ditumbuk halus, ditambah garam secukupnya, kemudian diseduh dengan 1 gelas air panas.
~ Cara menggunakan= disaring dan diminum 2 kali sehari 1 cangkir, pagi dan sore.
2.) Radang Rahim luar
~ Bahan= 2-5 lembar daun tanduk rusa dan minyak kayu putih secukupnya
~ Cara Membuat= daun tanduk rusa ditumbuk halus, ditambah minyak kayu putih secukupnya, dan diaduk.
~ Cara menggunakan= ditempelkan pada perut / rahim dan dibalut dengan kain stagen.
3.) Haid tidak teratur
~ Bahan= 2 lembar daun tanduk rusa.
~ Cara Membuat= diseduh dengan air panas secukupnya.
~ Cara menggunakan= diminum 4 atau 3 hari sebelum datang bulan ( haid) .
4.) Bisul
Bisul (bahasa Latin: abscessus) adalah sekumpulan nanah (neutrofil mati) yang telah terakumulasi di rongga di jaringan setelah terinfeksi sesuatu (umumnya karena bakteri atau parasit) atau barang asing (seperti luka tembakan/tikaman). Bisul adalah reaksi ketahanan dari jaringan untuk menghindari menyebar nya barang asing di tubuh.
~ Bahan= 1 lembar daun tanduk rusa dan sedikit kapur sirih.
~ Cara Membuat= kedua bahan tersebut ditumbuk halus.
~ Cara menggunakan= dipakai untuk mengompress bagian bisul.
5.) Abses
~ Bahan= 1 lembar daun tanduk rusa, 1 siung bawang merah dan adas pulawaras secukupnya.
~ Cara Membuat= kedua bahan tersebut ditumbuk halus.
~ Cara menggunakan= dipakai untuk mengompress bagian bisul.
(bySholikinArrojaa)
Untuk informasi Bekam hubungi :
Rumah Sehat Thera Afiat
Jl. Kelapa Sawit Blok D/D No. 15
Samping Pusat Kajian Al Quran dan Informasi Islam
Kelapagading
Jakarta Utara
Telp./WA 08111494599
08788 3171247
Pin 28303BAC
Source:
http://theraafiat.blogspot.com
http://senimistik.blogspot.com
http://therainstitute.blogspot.com
http://hypnoramping.blogspot.com
http://gurahcor.blogspot.com
http://pemijit.blogspot.com
http://bekammedik.blogspot.com
http://hypnowriting.blogspot.com
http://obatjamu.blogspot.com
http://therainstitute.com
http://rukyahsyariyyah.blogspot.com
Rabu, 25 Februari 2015
Bandotan
Oleh : M Wijaya
Babadotan / Bandotan (Ageratum conyzoides L.)
Sinonim :
A. ciliare Lour. (non Linn), A. cordifolium Roxb.
Familia :
compositae (asteraceae).
Uraian :
Bandotan tergolong ke dalam tumbuhan terna semusim, tumbuh tegak atau bagian bawahnya berbaring, tingginya sekitar 30-90 cm, dan bercabang. Batang bulat berambut panjang, jika menyentuh tanah akan mengeluarkan akar. Daun bertangkai, letaknya saling berhadapan dan bersilang (compositae), helaian daun bulat telur dengan pangkal membulat dan ujung runcing, tepi bergerigi, panjang 1-10 cm, lebar 0,5-6 cm, kedua permukaan daun berambut panjang dengan kelenjar yang terletak di permukaan bawah daun, warnanya hijau. Bunga majemuk berkumpul 3 atau lebih, berbentuk malai rata yang keluar dari ujung tangkai, warnanya putih. Panjang bonggol bunga 6-8 mm, dengan tangkai yang berambut. Buahnya berwarna hitam dan bentuknya kecil. Daerah distribusi, Habitat dan Budidaya Bandotan dapat diperbanyak dengan biji. Bandotan berasal dari Amerika tropis. Di Indonesia, bandotan merupakan tumbuhan liar dan lebih dikenal sebagai tumbuhan pengganggu (gulma) di kebun dan di ladang. Tumbuhan ini, dapat ditemukan juga di pekarangan rumah, tepi jalan, tanggul, dan sekitar saluran air pada ketinggian 1-2.100 m di atas permukaan laut (dpl). Jika daunnya telah layu dan membusuk, tumbuhan ini akan mengeluarkan bau tidak enak.
Nama Lokal :
NAMA DAERAH: Sumatera: bandotan, daun tombak, siangit, tombak jantan, siangik kahwa, rumput tahi ayam. Jawa: babadotan, b. leutik, babandotan, b. beureum, b. hejo, jukut bau, ki bau, bandotan, berokan, wedusan, dus wedusan, dus bedusan, tempuyak. Sulawesi: dawet, lawet, rukut manooe, rukut weru, sopi.
NAMA ASING : Sheng hong ji (C), bulak manok (Tag.), ajganda, sahadevi (IP), billy goat weed, white weed, bastard agrimony (I), celestine, eupatoire bleue. NAMA SIMPLISIA: Agerati Herba (herba bandotan), Agerati Radix (akar bandotan).
Komposisi :
Herba bandotan mengandung asam amino, organacid, pectic substance, minyak asiri kumarin, ageratochromene, friedelin, ß-sitosterol, stigmasterol, tanin, sulfur, dan potassium chlorida. Akar bandotan mengandung minyak asiri, alkaloid, dan kumarin
Penyakit Yang Dapat Diobati :
Herba ini rasanya sedikit pahit, pedas, dan sifatnya netral. Bandotan berkhasiat stimulan, tonik, pereda demam (antipiretik), antitoksik, menghilangkan pembengkakan, menghentikan perdarahan (hemostatis), peluruh haid (emenagog), peluruh kencing (diuretik), dan pelumuh kentut (kaiminatit). Daun bandotan dapat digunakan pula sebagai insektisida nabati. Selain Ageratum conyzoide.s L., terdapat bandotan varietas lain yang mempunyai khasiat yang sama, yaitu Ageratum haoustonianum Mill. Ekstrak daun bandotan (5% dan 10%) dapat memperpanjang siklus birahi dan memperlambat perkembangan folikel mencit betina (virgin dan non virgin). Namun, tidak berefek pada uterus, vagina, dan liver. Setelah masa pemulihan, siklus birahi dan perkembangan folikel kembali normal. Tidak ada perbedaan efek antara mencit virgin dan non virgin selama perlakuan (Yuni Ahda, JF FMIPA UNAND, – 1993). Ekstrak daun bandotan dalam minyak kelapa dosis 20% tidak memberikan efek penyembuhan luka. Namun, pada dosis 40% dan 80% dapat menyembuhkan luka secara nyata sesuai dengan peningkatan dosis. Bahkan, efek penyembuhan luka pada dosis 80% tidak berbeda nyata dengan yodium povidon 10% (Eliza Magdalena, JF FMIPA UI, 1993).
BAGIAN YANG DIGUNAKAN
Bagian yang digunakan untuk obat adalah herba (bagian di atas tanah) dan akar. Herba yang digunakan berupa herba segar atau yang telah dikeringkan.
INDIKASI:
Herba bandotan berkhasiat untuk pengobatan: demam,malaria, sakit tenggorok, radang paru (pneumonia), radang telinga tengah (otitis media), perdarahan, seperti perdarahan rahim, luka berdarah, dan mimisan, diare, disentri, mulas (kolik), muntah, perut kembung, keseleo, pegal linu, mencegah kehamilan, badan lelah sehabis bekerja berat, produksi air seni sedikit, tumor rahim, dan perawatan rambut.
Akar berkhasiat untuk mengatasi :demam.
CARA PEMAKAIAN
Untuk obat yang diminum, rebus 15 – 30 g herba kering atau 30 -60 g herba segar. Cara lain tumbuk herba segar, lalu peras dan air perasannya diminum.
Untuk pemakaian luar, tumbuk herba segar sampai halus. Selanjutnya, campurkan minyak sayur sedikit dan aduk sampai rata, lalu bubuhkan pada luka yang masih baru, bisul, eksim, dan penyakit kulit lainnya (seperti kusta/lepra). Cara lain, giling herba kering menjadi serbuk, lalu tiupkan ke kerongkongan penderita yang sakit tenggorokan. Selain itu, daun segar dapat diseduh dan air seduhannya dapat digunakan untuk membilas mata, sakit perut, dan mencuci luka.
CONTOH PEMAKAIAN DI MASYARAKAT:
Sakit telinga tengah akibat radang
Cuci herba bandotan segar secukupnya, lalu tumbuk sampai halus. Hasilnya, peras dan saring. Gunakan air perasan yang terkumpul untuk obat tetes telinga. Sehari 4 kali, setiap kali pengobatan sebanyak 2 tetes.
Luka berdarah, bisul, eksim
Cuci herba bandotan segar secukupnya sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Turapkan ramuan ke bagian tubuh yang sakit, lalu balut dengan perban. Dalam sehari, ganti balutan 3-4 kali. Lakukan pengobatan ini sampai sembuh.
Bisul, borok
Cuci satu tumbuhan herba bandotan segar sampai bersih. Tambahkan sekepal nasi basi dan seujung sendok teh garam, lalu giling sampai halus. Turapkan ke tempat yang sakit, lalu balut dengan perban.
Rematik( istilah kedokteran : reumatik), bengkak karena keseleo
Sediakan satu genggam daun dan batang muda tumbuhan bandotan segar, satu kepal nasi basi, dan 1/2 sendok teh garam. Selanjutnya, cuci daun dan batang muda sampai bersih, lalu tumbuk bersama nasi dan garam. Setelah menjadi adonan seperti bubur kental, turapkan ramuan ke bagian sendi yang bengkak sambil dibalut. Biarkan selama 1-2 jam, lalu balutan dilepaskan. Lakukan perawatan seperti ini 2-3 kali sehari.
Perdarahan rahim, sariawan, bisul, bengkak karena memar
Rebus 10-15 g herba bandotan dalam dua gelas air bersih sampai tersisa menjadi satu gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus. Lakukan 2-3 kali sehari.
TUMOR rahim
Rebus 30-60 g herba bandotan kering segar atau 15-30 g herba kering dalam tiga gelas air sampai tersisa menjadi satu gelas. Selain direbus, herba segar dapat juga ditumbuk. Air rebusan atau air perasannya diminum satu gelas sehari.
Sakit tenggorokan
(1) Cuci 30-60 g daun bandotan segar sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Selanjutnya, peras dan saring. Tambahkan larutan gula batu ke dalam air perasan secukupnya dan aduk sampai rata. Minum ramuan dan lakukan tiga kali sehari.
(2) Cuci daun bandotan secukupnya, lalu jemur sampai kering. Selanjutnya, giling sampai menjadi serbuk. Tiupkan serbuk ke dalam tenggorokan penderita.
Malaria, influenza
Rebus 15-30 g herba bandotan kering dalam dua gelas air sampai tersisa menjadi satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus. Lakukan dua kali sehari.
Perut kembung, mulas, muntah
Cuci satu buah tumbuhan bandotan ukuran sedang sampai bersih, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dalam tiga gelas air sampai tersisa menjadi satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus. Lakukan pengobatan ini 2-3 kali sehari sampai sembuh.
Perawatan rambut
Cuci, daun dan batang bandotan segar sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Oleskan hasil tumbukan ke seluruh kulit kepala dan rambut. Tutup kepala dengan sepotong kain. Biarkan selama 2-3 jam. Selanjutnya, bilas rambut.
Semoga bermanfaat buat sahabat.
Untuk informasi hubungi :
Rumah Sehat Thera Afiat
Jl. Kelapa Sawit Blok D/D No. 15
Samping Pusat Kajian Al Quran dan Informasi Islam
Kelapagading
Jakarta Utara
Telp./WA 08111494599
08788 3171247
Pin 28303BAC
Source:
http://theraafiat.blogspot.com
http://senimistik.blogspot.com
http://therainstitute.blogspot.com
http://hypnoramping.blogspot.com
http://gurahcor.blogspot.com
http://pemijit.blogspot.com
http://bekammedik.blogspot.com
http://hypnowriting.blogspot.com
http://obatjamu.blogspot.com
http://therainstitute.com
Label:
Babandotan,
Bandotan,
demam,
diare,
disentri,
kolik,
MA,
malaria,
mimisan,
mulas,
muntah,
otitis media,
pneumonia,
radang paru,
radang telinga tengah,
sakit tenggorok,
thera afiat,
Verri JP
Langganan:
Postingan (Atom)




